Lima Prinsip Desain Yang Harus Kamu Tahu

Lima-hal-penting-yang-harus-kamu-tahu-tentang-desain
Ada lima hal penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu sebelum membuat suatu karya desain. Hal-hal tersebut dikenal sebagai prinsip desain.
Prinsip desain bukan hanya sekedar pengetahuan atau wacana teoritis saja. Prinsip-prinsip desain merupakan suatu ruh dari sebuah karya desain. Ia pun sekaligus merupakan jembatan komunikasi antara desainer, produk dan audiens.
Berikut adalah 5  yang perlu kamu tahu sebelum kamu memulai merancang sebuah produk desain.
Balance – Keseimbangan
prinsip desian keseimbangan
Prinsip yang pertama adalah Balance atau keseimbangan. Berdasarkan definisinya, seimbang memiliki makna “tidak berat sebelah,” atau “sama rata.” Di dalam desain, prinsip ini bermaksud agar kita sebagai desainer meletakkan dan mendistribusikan obyek-obyek visual yang kita gunakan dalam rancangan desain kita secara seimbang. Ada tiga jenis keseimbangan di dalam prinsip desain: keseimbangan simetris, kesimbangan assimetris dan keseimbangan radial.
Proportion – Kesesuaian
prinsip desain proposi
Kemudian yang kedua adalah Proportion atau kesesuaian. Mudahnya kita sebut sebagai proporsi. Prinsip ini sangat terkait dengan prinsip sebelumnya – keseimbangan. Di dalam membuat suatu rancangan. Seorang desainer harus memperlakukan obyek-obyek visual secara seimbang dan proporsional. Obyek-obyek harus memenuhi prinsip proporsional baik secara dimensional maupun komposisi.
Penekanan – Emphasize
Sebuah karya visual dituntut harus memiliki daya tarik. Sebagai upaya untuk menggiring audiens agar mau memandang karya tersebut. Daya tarik itu dapat berupa obyek visual yang ditekankan. Obyeknya bisa berupa tunggal. Bisa juga dalam bentuk rangkaian komposisi. Tetapi yang terpenting adalah penekanan pada obyek tersebut.
Penekanan tersebut adalah salah satu prinsip desain yang juga disebut emphasize. Daya tarik yang dihasilkan dari proses penekanan itu umumnya disebut sebagai Eye Catcher, POI – Point of Interest, COI – Center of Interest atau Focal Point, istilah yang juga umum disebut di dunia fotografi.
Pergerakan- Movement
Sebuah karya visual tak ubahnya sebagai sebuah cerita. Keduanya bertujuan untuk menyampaikan gagasan kreatornya kepada audiens dalam bentuk dan caranya yang menarik dan khas. Untuk mencapai itu, sebuah cerita wajib memiliki plot atau alur. Sementara sebuah karya visual wajib memiliki prinsip desain yang disebut Pergerakan – Movement.
Pergerakan pada sebuah karya visual berfungsi mengarahkan audience pada Focal point atau Point Of Interest yang sudah ditekankan. Ada beberapa jenis irama yang bisa dilakukan untuk mencapai suatu pergerakan yang baik pada karya visual kita, antara lain: pola – pattern, pengulangan – repetition, dan rythem – rythm.
Keselarasan – Harmoni
Dan yang terakhir adalah Keselaran atau Harmoni. Hal yang satu ini cukup menentukan berhasil atau tidaknya suatu karya visual. Prinsip ini merangkai empat prinsip lainnya dalam satu kesatuan, keselarasan dan harmoni. Sayangnya tidak ada parameter teknis terhadap prinsip ini. Hal yang dibutuhkan untuk mencapai prinsip keselarasan ini adalah estetika. Hal yang wajib dimiliki oleh para kreator visual, baik itu desainer maupun seniman perupa.
Melalui prinsip keselarasan inilah seorang kreator visual dapat menentukan apakah komposisi visual yang dibuat berdasarkan ke-empat prinsip sebelumnya sudah tepat atau belum. Dan apakah, karya visual yang dibuat sudah harmonis atau belum.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya