10 Film Tentang Anak yang Menginspirasi Banyak Orang

Kisah Perjuangan seorang anak dalam menjalani kehidupan adalah suatu cerita yang menarik dan dapat menginspirasi banyak orang.

Tidak jarang kisah semacam ini diangkat menjadi film dan mendapatkan apresiasi yang positif dari penontonnya. Berikut ini adalah film bertemakan anak yang sukses menginspirasi banyak orang.

Denias: Senandung di Atas Awan

Kehadiran film Denias di kancah perfilman Indonesia memberikan semangat baru di tanah Papua yaitu semangat untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Sebuah biopic yang menginspirasi banyak orang ini disutradarai oleh John De Rantau dan dirilis pada tahun 2006. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang anak yang berasal dari suku pedalaman Papua untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Kisah ini diadaptasi dari kisah nyata seorang anak Papua yang bernama Jania.

 

Serdadu Kumbang

Film ini merupakan kritik terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Peraturan standar kelulusan yang diterapkan tidak sebanding dengan kualitas pendidikan yang tidak merata. Rendahnya angka kelulusan di Indonesia membuat banyak sekolah menerapkan sistem pendidikan yang kaku dan cenderung membebani murid. Hal inilah yang diangkat oleh film Serdadu Kumbang yang disutradarai oleh Ari Sihasale dan dirilis pada tahun 2011.

Tanah Air Beta

Ketika Timor Leste berpisah dari Indonesia banyak keluarga yang bercerai-berai. Anak dan ibu, kakak dan adik mereka semua terpisah karena harus menentukan kewarganegaraan sendiri. Hal inilah yang diangkat di film Tanah Air Beta. Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale ini menceritakan perjuangan seorang anak bernama Marry yang ingin bertemu dengan kakaknya yang memutuskan untuk tinggal di Timor Leste sedangkan Marry tinggal di Indonesia bersama ibunya.

 

Atambua 39 Celsius

Sama seperti film Tanah Air Beta, film Atambua 39 Derajat Celsius juga menceritakan terpisahnya sebuah keluarga akibat referendum tahun 1999 yang memutuskan bahwa Timor Leste berpisah dari Indonesia. Film yang disutradarai oleh Riri Riza ini berkisah tentang seorang anak bernama Joao yang terpisah dari ibunya semenjak ia berusia 7 tahun. Joao dibawa ayahnya ke Atambua sedangkan ibunya menetap Liquica, Timor Leste.

Tanah Surga Katanya

Masih bertemakan terpisahnya sebuah keluarga akibat status kewarganegaraan. Film “Tanah Surga Katanya” ini disutradarai oleh Herwin Novianto dan dirilis pada tahun 2012. Film yang sarat dengan tema kebangsaan ini menceritakan tentang Salman dan Salina yang tinggal di perbatasan Indonesia-Malaysia. Mereka dibesarkan oleh kakeknya sedangkan ayahnya memilih untuk pindah ke Malaysia karena Ia menganggap Malaysia lebih memberikan harapan untuk hidup.

Surat Untuk Bidadari

Film “Surat Untuk Bidarari” dirilis pada tahun 1994 dan disutradarai oleh Garin Nugroho. Film yang sarat dengan kritik sosial ini menceritakan tentang seorang anak yang selalu mengirim surat untuk Bidadari. Anak itu benama Lewa, Bocah berusia 9 tahun yang hiperaktif dan temperamental. Lewa sudah ditinggal oleh ayah dan ibunya semenjak Ia masih kecil. Semenjak itu Ia diasuh oleh tetangganya yaitu Berlian Merah dan kakaknya, Malaria Tua.

Sokola Rimba

Film “Sokola Rimba” disutradarai oleh Riri Riza. Sebuah biopic yang menceritakan perjuangan Butet Manurung dalam mendidik anak-anak Suku Anak Dalam yang tinggal di hulu sungai Makekal di hutan bukit Duabelas. Butet mengajarkan baca dan tulis ke anak-anak tersebut agar mereka tidak ditipu oleh para penebang hutan yang mengambil wilayah Desa mereka.

Laskar Pelangi

Film ini menceritakan tentang perjuangan anak-anak di Belitung untuk mendapatkan pendidikan. Di film ini ada tokoh bernama Lintang, seorang anak jenius yang harus putus sekolah karena ayahnya meninggal dunia dan ia pun kemudian harus menggantikan peran ayahnya. “Laskar Pelangi” disutradarai oleh Riri riza yang diangkat dari novel best seller karangan Andrea Hirata dengan judul yang sama.

Negeri 5 Menara

Film “Negeri 5 Menara” disutradarai oleh Alfandi Abdul Rachman dan dirilis pada tahun 2012. Sebuah biopic yang diangkat dari novel karangan Ahmad Fuadi ini menceritakan tentang seorang anak bernama Alif yang berjuang untuk meraih mimpi-mimpinya. Film ini menggambarkan bagaimana kehidupan di pesantren serta memberi gambaran bahwa seorang santri dari Pondok Pesantren juga memiliki kesempatan dan peluang yang sama utuk meraih cita-cita dan kesuksesan.

Tampan Tailor

Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini dirilis pada tahun 2013. Film ini menceritakan tentang Topan, seorang penjahit yang berjuang demi masa depan anaknya setelah ia kehilangan istri dan toko jahitnya. Anaknya hampir saja putus sekolah kerena kekukarangan biaya. Topan yang diperankan oleh Vino G. Bastian ini bersusah payah untuk mencari uang demi keberlangsungan pendidikan anaknya. Ia rela menjadi kuli bangunan padahal itu bukanlah keahliannya. Di akhir cerita, Topan akhirnya bisa menghidupi anaknya dan bekerja sesuai dengan keinginannya. Film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto ini dirilis pada tahun 2013.
Foto diambil dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *