Desainer-desainer Indonesia yang Mengguncang Dunia

Di era ini, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara di panggung dunia. Semuanya tergantung pada konsistensi dan dedikasi.

Semua bidang dan profesi juga memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Termasuk dunia desain, yang pada beberapa waktu yang lalu dianggap kurang memiliki masa depan. Hari ini Indonesia membuktikan bahwa para desainernya mampu berbicara banyak di panggung global.

 

Desainer-desainer Indonesia yang mendunia ini bukan hanya mengukir prestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk dapat berprestasi di panggung yang lebih luas dan lebih besar.

Christiawan Lie

Tokoh yang satu ini memiliki segudang prestasi yang mendunia. Meskipun awalnya berlatar belakang arsitek, pria yang kerap dipanggil dengan nama Chris Lie ini tidak menyurutkan kecintaannya terhadap dunia komik. Di awal tahun 2000an, Chris mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di Savannah College of Arts and Design, Georgia, Amerika Serikat.
Di negeri Paman Sam itu, Chris menuai banyak sekali prestasi. Salah satunya adalah ketika ia dipercaya oleh Hasbro untuk menggarap versi lebih muda dari G.I Joe. Beberapa waktu kemudian, Chris kembali ke Indonesia dan membangun Caravan Studio. Di studio ini, Chris juga menuai berbagai prestasi. Salah satunya adalah kesuksesannya sebagai salah satu tim produksi di film Wiro Sableng.

Rini Triyani Sugianto

Rini Sugianto bukan hanya sekedar perempuan Indonesia yang berprestasi. Ia adalah inspirasi yang menunjukkan bahwa ketekunan dan kerja keras dapat menghadirkan kesuksesan. Rini Sugianto muncul di tengah dominasi pria di bidang animasi. Meskipun berlatar belakang pendidikan arsitektur, namun ketertarikan terhadap dunia tiga dimensi akhirnya membawa perempuan ini menjadi animator kelas dunia.

 

Dengan kemampuannya, Rini Sugianto terlibat dalam berbagai produksi internasional. Termasuk diantaranya, bekerja dengan Stephen Spilberg dalam “The Adventures of Tintin.” Bukan hanya itu, Rini pun mengerjakan banyak produksi hebat lainnya. Seperti misalnya “The Hobbit Unexpected Journey,” “The Hobbit Desolation of Smaug,” “The Avengers,Ironman 3” dan banyak lainnya.
Andre Surya
Andre Surya adalah satu lagi animator Indonesia yang memiliki prestasi mendunia. Andre mulai menekuni animasi sejak masih belia. Bidang 3D visual effect yang ia tekuni membawanya berpetualang untuk bekerja di Lucas Film.
Transformer, Startrek, dan Ironman adalah beberapa dari sekian box office movies yang ia kerjakan. Andre yang kemudian mendirikan ESDA – Enspire School of Digital Art ini pun diganjar dengan banyak penghargaan. Diantaranya adalah peringkat kedua dari 100 karya di Majalah Elemental dan dinominasikan sebagai Artist of The Month di Taiwan pada tahun 2001.

Irma Hardjakusumah

Satu lagi perempuan Indonesia dengan prestasi global adalah Irma Hardjakusumah. Perempuan lulusan arsitektur ini berprofesi sebagai desainer multidisipliner. Sebuah profesi yang belum banyak dipahami di Indonesia. Sebagai desainer, Irma sendiri sudah banyak menangani klien-klien besar internasional yang berstatus luxury brands. Seperti misalnya, Burberry, Dior, Hugo Boss, hingga Salvatore Ferragamo.
Namun yang paling menyita perhatian dunia adalah ketika namanya terpampang sebagai salah satu desainer yang menangani perhelatan Academy Awards 2011.  Sekaligus sebagai desainer ruangan untuk after party Emmy Awards di tahun yang sama. Atas kesuksesannya itu Irma kembali dipercaya untuk merancang ruang pesta Governors Ball untuk Oscar di tahun 2016.

Revano Satria

Pria ini merupakan salah satu arsitek muda yang berprestasi. Di tahun 2010, Revano bekerja di Engineering Consultan Buro Happold untuk proyek Zaha Hadid di Kairo, Mesir. Sekembalinya ke tanah air, Ia kemudian terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia di ajang  UIA – Union International Des Architectes 2011 di Tokyo, Jepang.
Segudang penghargaan pernah menghampirinya. Mulai dari pemenang dari SAA Awards Excellent Design di tahun 2005 hingga Runner Up of Architectural Association London di tahun 2008.

Max Gunawan

Max Gunawan mungkin akan menjadi inovator penting di beberapa waktu ke depan. Lampu Lumio hasil inovasinya merupakan produk revolusioner di mana Max menambahkan nilai fungsi dan artistik pada lampu hasil rancangannya. Lumio bukan hanya sekedar alat penerang. Lampu ini pun dapat berfungsi sebagai obyek hiasan yang dapat membangun nuansa yang khas.
Max yang memulai produksi Lumio dari proses crowdfunding ini mendapat banyak apresiasi. Setelah dipasarkan, bukan hanya keuntungan yang diperolehnya, tetapi juga sederet penghargaan menghampirinya. Seperti, Edison Awards untuk kategori Household environment, Red Dot Award di Jerman dan Good Design Award dari Australia.

Tex Saverio

Bagi para penggila fashion, siapa yang tak kenal Tex Saverio. Perancang yang lahir di Jakarta ini dikenal dengan gaya desainnya yang glamour dan imajinatif. Namanya mulai dikenal publik sejak ia diganjar penghargaan bergengsi Mercedes-Benz Asia Fashion Award pada tahun 2005.
Gaya rancangannya yang unik, menarik minat berbagai selebritis dunia untuk menjajalnya. Lady Gaga dan Kim Kardashian adalah beberapa yang memakai baju-baju rancangan Tex. Bahkan melalui Lady Gaga, desain Tex Saverio sempat dimuat di majalah Harper’s Bazaar pada tahun 2011. Di tahun 2013, namanya semakin berkibar setelah Tex menjadi satu-satunya desainer Indonesia yang tampil di ajang fashion paling bergengsi di dunia, Paris Fashion Week. Sejak itu, nama Tex semakin populer, bahkan dijuluki sebagai “Alexander McQueen of Indonesia.”

Didit Hediprasetyo

Satu lagi desainer Indonesia yang berkibar secara internasional adalah Didit Hediprasetyo. Nama Didit mulai dikenal sejak ia meraih penghargaan Silver Thimble Award di tahun 2006. Didit juga tercatat sebagai satu-satunya perancang Indonesia untuk ruang interior BWM individual series.
Nama Didit Hediprasetyo pun sekarang ini terdaftar di dalam Official Calender Paris Fashion Week. Didit menjadi salah seorang dari sedikit sekali desainer Indonesia yang berhasil menembus dan berpameran secara konsisten di ajang tersebut.

Andra Matin

Dunia arsitektur Indonesia hari ini tak bisa untuk tak menyebut nama Andra Matin. Pria yang bernama lengkap Isandra Matin Ahmad ini seolah menjadi representasi wajah arsitektur yang modern and clean di Indonesia. Bentuk-bentuk geometrik sederhana dengan limpahan udara dan cahaya natural menjadi karakteristiknya.
Berbagai penghargaan nasional dan internasional pernah menyambanginya. Diantaranya adalah penghargaan IAI Awards yang mampir pada Andra Matin di tahun 1999, 2002, 2006 dan 2012. Di tahun 2018 ini, Andra Matin baru saja mendapat penghormatan “Special Mention” dari juri di ajang ke 16 Venice Architecture Biennale 2018 untuk karyanya yang berjudul “Elevation.”

Raka Shiddiq

Di dunia seni musik, gitar menjadi salah satu alat musik yang paling populer. Produsen-produsen gitar seperti Fender, Gibson, Ibanez atau bahkan Yamaha menjadi brand-brand yang lekat sekali dengan alat musik petik ini. Belakangan ini Indonesia mencetak sejarah sebagai negara yang berhasil memproduksi gitar tertipis di dunia tanpa kehilangan kualitas suaranya. Dan prestasi itu diukir oleh pria bernama Raka Shiddiq.
Bersama brandnya, Anymos Essential, Raka berhasil memproduksi gitar yang hanya memiliki ketebalan delapan milimeter. Bahkan Gitar tipis ini pun dapat menghasilkan suara akustik yang khas. Suatu hal yang sebelumnya diklaim hanya dapat dihasilkan oleh gitar konvensional. Meskipun belum banyak dikonsumsi oleh orang-orang, tetapi bukan tidak mungkin, gitar buatan Raka ini dapat menjadi model gitar di masa depan.
Foto-foto diambil dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *