10 Pakaian Adat Nusantara yang Memiliki Kemiripan

Secara visual, kebudayaan Indonesia sebenarnya sangat akarab dengan bentuk-bentuk kapal.

Di candi Borobudur kita bisa lihat ada relif perahu cadik. Di pulau Muna, Sulawesi Tengah ada gambar perahu layar di dalam gua cadas yang diperkirakan  telah ada sejak zaman prasejarah. Visual-visual seperti itu masih bisa kita lihat sampai saat ini salah satunya tercermin dalam pakaian adat di Nusantara.

Hiasan Kepala Lampung

Hiasan kepala Lampung ini disebut siger yang berarti Mahkota yang digunakan oleh pengantin wanita. Siger memiliki 9 ruji yang melambangkan 9 sungai yang terdapat di Lampung, yaitu sungai Way Sekampung, Way Semangka, Way Abung Pareng, Way Seputih, Way Kanan, Way Mesuji, Way Sunkai, Way Tulang Bawang dan Way Kanan.

 

Hiasan kepala Minangkabau

Hiasan kepala yang dipakai oleh perempuan Minag ini disebut Tingkuluak yang berbentuk melenkung dan bertingkat. Hisan Kepala tersebut biasanya dipakai di acara pernikahan adat minang.

Hiasan kepala Suku Mandailing

Wanita Mandailing biasanya menggunakan hiasan kepala di keningnya. Hiasan tersebut disebut Bulang. Hampir sama dengan Tingkuluak, Bulang memiliki bentuk yang melengkung dan bertingkat. Umumnya Bulang terbuat dari bahan dasar emas, namun saat ini banyak orang yang membuat bulang dari emas sepuhan atau bahkan logam.

 

Hiasan kepa suku Helong NTT

Pakaian adat Nusa Tenggara Timur bagi perempuan Suku Helong berupa kebaya dengan bawahan sarung diikat pada pinggang lalu ditutup dengan selendang penutup Pending/ikat pinggang emas. Di bagian kepala, perumpuan suku Helong memakai hiasan yang bentuknya melengkung. Hiasan tersebut disebut Bula Molik.

Asesoris Pakaian Adat Palembang

Pada pakaian adat Palembang terdapat asesoris berbentuk kalung tiga susun dengan oranamen-ornamen dan berwarna emas. Asesoris ini dipakai di baju adat untuk pria dan wanita.

Tapis Kapal Lampung Selatan

Kain tapis kapal digunakan sebagai pakaian tradisional perempuan Lampung, khususnya masyarakat Lampung Selatan. Kain tenun tradisional ini berbentuk kain sarung. Dinamakan kain kapal karena motif utamanya adalah kapal. Kain ini menjadi gambaran betapa kuatnya budaya bahari pada masyarakat Lampung Selatan.

Batik Kapal Sanggat Jambi

Batik Kapal Sanggat memiliki dua jenis kapal pada motifnya, yang Pertama kapal dengan tiga bendera dan yang Kedua kapal dengan empat bendera. Kapal dengan tiga bendera mewakili masyarakat peladang, sedangkan kapal dengan empat bendera melambangkan masyarakat maritim.

Batik Kapal Kandas Indramayu

Motif kapal kandas konon tercipta dari istri-istri pelaut yang mengisi waktu luang dengan mebatik selama ditinggal melaut oleh suami mereka. Beberapa kisah mengatakan bahwa kandas berarti karam, menggambarkan kapal yang hancur sehingga tinggal puing kapal, dayung, ceruk, rantai dan sebagiannya terkait peperangan
Belanda di sekitar bantaran Cimanuk dan laut pantai utara.