Color Wheel: Strategi untuk Menaklukan Warna

Color-Wheel-Strategi-untuk-menaklukan-warna

Color Wheel atau Diagram warna RYB memiliki tiga warna utama, yaitu; Merah, Kuning dan Biru. Ketiga warna ini disebut sebagai warna Primer atau warna dasar.

“Warna adalah sebuah kekuatan yang secara langsung mempengaruhi jiwa manusia.”
– Wassily Kandinsky
Warna adalah hal yang mau tak mau, suka tak suka, selalu hadir di sepanjang hidup manusia. Ia hadir sebagai bentuk nyata dari cahaya. Selama warna masih dapat dipandang, selama itu cahaya masih hadir di dunia.
Warna kemudian dipandang lebih dari hanya sekedar spektrum cahaya. Ia adalah identitas sekaligus makna-makna. Ia mampu menghadirkan nuansa hingga rasa pada manusia.
Demikian pentingnya dan begitu dekatnya warna bagi manusia, hingga ia tak lagi dibicarakan sebagai dirinya an sich. Padahal warna adalah hal yang mandiri. Ia terbebas dari segala makna dan nilai. Tetapi di sisi lain, ia memang membuka dirinya untuk direkayasa, dimanipulasi, dan dikonstruksikan oleh manusia demi kepentingannya.
Isaac Newton penemu color wheel
Sir Isaac Newton
Berbagai penjelajahan tentang warna, tentang bagaimana ia dikuasai sekaligus ditaklukan telah dilakukan oleh para tokoh-tokoh di masa-masa lampau. Salah satunya adalah Isaac Newton, yang merancang suatu skema yang di kemudian hari dikenal sebagai Color Wheel – Skema roda warna. Suatu skema atau diagram yang dirancang sebagai media dasar untuk mempermudah kita dalam merancang, mencampurkan dan menggabungkan warna-warna hingga mencapai komposisi yang menarik.
Sebenarnya banyak sekali variasi rancangan diagram atau skema warna yang dapat digunakan. Tetapi yang paling umum dan setidaknya paling mudah untuk digunakan adalah skema atau diagram dengan dua belas warna. Skema ini berdasar pada warna-warna dasar RYB – Red Yellow Blue. Skema ini juga dikenal dengan sebagai Artistic Color Model.

Dalam tradisi penggunaan warna, ada banyak kombinasi warna yang telah ditemukan yang dianggap sebagai kombinasi-kombinasi yang menarik. Kombinasi warna itu kelak disebut sebagai Color Harmonies – Harmonisasi Warna. Kombinasi-kombinasi itu umumnya terdiri dari dua atau lebih warna yang satu sama lainnya saling memiliki hubungan pada diagram warna. Dalam hal ini Color Wheel. Dan untuk memahami tentang kombinasi warna, salah satu yang harus dipahami adalah kategorisasi warna berdasarkan kelas dan sifatnya.
Diagram Color Wheel
Color Wheel 12 warna.
Color Wheel atau Diagram warna RYB memiliki tiga warna utama, yaitu; Merah, Kuning dan Biru. Ketiga warna ini disebut sebagai warna Primer atau warna dasar. Jika ketiganya dicampurkan dan dikombinasikan, maka akan menghasilkan warna-warna; Hijau (Biru & Kuning), Jingga (Merah & Kuning) dan Ungu (Merah & Biru). Warna-warna hasil percampuran ini disebut sebagai warna Sekunder. Jika warna-warna Primer dan Sekunder dicampurkan serta dikombinasikan kembali, maka akan lahir warna-warna Tersier. Misalnya warna Coklat sebagai percampuran dari warna Merah (Primer) dan Hijau (Sekunder). Pada warna-warna Tersier, banyak didapat warna-warna asing, namun natural. Penamaannya pun akan terasa tidak pasti dan acak. Ada beberapa pandangan yang menganggap bahwa warna-warna Tersier inilah yang disebut sebagai warna “matang.” Warna yang dianggap mewakili warna alam sebenarnya.
Diagram color wheel
Selain berdasarkan kelas, warna pun dikategorikan berdasarkan sifatnya, yaitu ‘Hangat’ dan ‘Dingin.’ Warna-warna hangat adalah warna-warna yang terang, jelas, cerah dan menawarkan banyak energi. Karakter warna hangat ini akan mudah dalam menguasai ruang. Merah, Jingga, Kuning digolongkan sebagai warna-warna hangat. Sementara warna-warna dingin, memiliki sifat yang berkebalikan. Ia cenderung tenang, sejuk dan lembut. Biru dan hijau adalah warna-warna dingin yang umum digunakan. Selain itu, ada pula warna-warna netral yang diwakili oleh; Abu-abu, Hitam dan Putih.
Diagram Tint pada color wheel
Secara kualitas, warna dapat dimodifikasi dengan beragam cara, salah satunya adalah modifikasi dari tingkat kecerahannya. Untuk membuatnya semakin cerah, cukup menambahkan putih pada warna tersebut. Tingkat kecerahan tersebut dikenal juga sebagai Tint/ Value Tint. Untuk membuatnya semakin gelap, maka cukup ditambahkan hitam. Cara atau hal ini disebut sebagai Shade. Sementara jika ingin menghasilkan tones – nuansa yang berbeda pada suatu warna, maka cukup ditambahan dengan abu-abu.
Beberapa hal di atas tadi adalah sedikit dari banyak hal dasar tentang warna. Tentu saja hal -hal itu tidaklah cukup untuk menghasilkan suatu kombinasi atau harmonisasi warna yang baik dan menarik. Pada artikel selanjutnya kita akan membongkar bagaimana cara-cara kombinasi dan harmonisasi warna yang sering dipakai sebagai “senjata rahasia” oleh para praktisi-praktisi di bidang visual.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya