Kombinasi Warna: Beragam Cara dan Tehniknya

Kombinasi warna sebenarnya tidak terbatas pada tehnik-tehnik atau cara-cara tertentu saja. Ada banyak cara dengan beragam tehnik penggabungan.

Pada artikel sebelumnya, kita membahas tentang beberapa hal-hal dasar tentang warna. Di artikel ini, kita akan mencoba melihat dan membongkar rahasia-rahasia dalam mengkombinasikan dan membuat harmonisasi warna. Kombinasi warna sebenarnya tidak terbatas pada tehnik-tehnik atau cara-cara tertentu saja. Ada banyak cara dengan beragam tehnik penggabungan. Namun umumnya, cara-cara itu merupakan pengembangan dari tehnik-tehnik dasar harmonisasi warna.

Harmony by Contrast

diagram kombinasi warna komplementer
Tehnik ini menggunakan kombinasi warna-warna yang oposisional atau warna-warna komplementer atau warna-warna yang memiliki posisi berseberangan di Color Wheel – Diagram Roda Warna. Misalnya; Merah & Hijau atau Biru & Kuning. Kombinasi dari warna-warna ini menghasilkan sifat kontras yang sangat tinggi atau pekat. Terutama jika warna-warna yang digunakan adalah dengan kualitas yang sebenarnya (tanpa campuran hitam, putih atau abu-abu). Kombinasi warna semacam ini akan menghasilkan suatu nuansa yang bersemangat dan penuh energi.
Meskipun demikian, tehnik ini termasuk yang cukup sulit untuk diterapkan. Tanpa pertimbangan yang hati-hati, kombinasi warna ini justru akan menghasilkan kesan-kesan yang mengganggu. Warna-warna yang komplementer pada dasarnya memiliki sifat yang sangat berbeda antara satu dengan yang lainnya. Misalnya; Merah (hangat) dan Hijau (dingin). Karena sifatnya yang berbeda itulah, kontras yang dihasilkan sangat tinggi. Dan sekali lagi, jika tidak hati-hati, kombinasi warna ini justru akan membuat suatu hasil yang unbalance – tidak seimbang.
Lain halnya jika kita ingin membuat sesuatu yang terkesan menonjol. Kombinasi ini akan sangat tepat untuk digunakan.

Split-Complentary Color

diagram kombinasi warna split komplementer
Tehnik ini merupakan perkembangan dari tehnik Harmony By Contrast. Yang membedakannya adalah tambahan warna lain sebagai pendamping warna-warna komplementer yang dipilih. Fungsinya adalah sebagai jembatan – bridging. Agar meredakan tegangan kontras yang dihasilkan oleh warna-warna komplementer.
Kelebihan tehnik ini adalah sifat modifikasinya yang tinggi jika dibanding dengan tehnik Harmony by Contrast. Ia dapat dirangkai-ulang dengan beragam kemungkinan-kemungkinan dan variasi.

Harmony by Analogous

diagram kombinasi warna analogous
Tehnik ini memakai warna-warna yang dekat antara satu dengan yang lainnya pada diagram warna. Tanpa harus bersusah payah, kombinasi warna ini akan tampak sangat serasi dan menawarkan kesan-kesan yang harmonis dan menarik pada mata.
Skema warna analogous ini pada dasarnya diambil dari karakter kombinasi warna yang terdapat di alam. Sehingga hasil aplikasi dari tehnik ini, umumnya dapat dengan mudah diterima oleh manusia. Namun tetap saja harus ada pertimbangan yang lebih lanjut. Karena tipe kombinasi ini pada dasarnya tidak memiliki kadar kontras yang tinggi. Harus ada perlakuan dan modifikasi tertentu. Misalnya dengan memilih satu warna sebagai warna utama atau dominan dan warna-warna lainnya berperan sebagai pendukung. Sementara aksennya dibangun dari kehadiran hitam dan putih.

Triadic Color

Diagram kombinasi warna triadik
Kombinasi ini dilakukan dengan mengambil warna-warna yang terletak secara merata pada ruang-ruang di diagram warna. Untuk mempermudahnya, pilhan warna didasarkan pada bangun segitiga yang diletakkan pada roda warna. Warna yang kita ambil kemudian adalah yang ditunjuk oleh setiap sudut dari segitiga tersebut.
Dengan kombinasi ini, kita akan mendapat nuansa yang cerah dan penuh energi, sekaligus memiliki sifat kontras yang tinggi. Hal ini tetap akan kita dapat meskipun kita memakai warna-warna yang pucat, misalnya; warna-warna pastel. Akan tetapi perlakuan lain tetap dibutuhkan untuk menghasilkan suatu rancangan warna yang seimbang. Biarkan satu warna menjadi dominan, sementara yang lain berperan sebagai aksen.

Tetradic (Rectangle) Color

diagram kombinasi warna tetradic (rectangle)
Sebenarnya tehnik ini merupakan perkembangan juga dari Harmony by Contrast. Hanya saja pada tehnik ini ada empat warna yang dipilih. Ada dua dari masing-masing warna komplementer. Tehnik ini menawarkan banyak sekali kemungkinan dan variasi. Akan tetapi, pada tehnik ini keseimbangan sifat-sifat warna (hangat dan dingin) harus benar-benar diperhatikan.
Salah satu trik untuk menguasai tehnik ini adalah dengan menempatkan satu warna saja sebagai warna utama. Sementara yang lainnya berfungsi sebagai pendukung dan aksen.

Tetradic (Square) Color

diagram kombinasi warna tetradic (square)
Tehnik ini hampir sama dengan tehnik Tetradic (Rectangle) Color, hanya saja jarak antara warna pada diagram warna lebih dekat antara satu dengan yang lainnya. Semakin dekat jarak antara warna, maka semakin berkurang pula tegangan kontras yang dihasilkan. Dengan begitu kesan harmonisnya pun akan lebih mudah untuk dicapai. Begitu pula dengan keseimbangan sifat-sifat hangat dan dingin pada warna, akan lebih mudah terbentuk.
Triknya masih sama, yaitu dengan menempatkan satu warna sebagai warna utama, sementara yang lainnya sebagai pendukung dan aksen. Bedanya adalah porsi warna pendukung dan aksen pada rancangan visual kita akan lebih besar dibandingkan jika menggunakan tehnik, Split-Complentary Color atau Tetradic (Rectangle) Color. Dengan demikian tampilan rancangan visual kita pun akan tampak lebih berwarna.
Nah, seperti yang sudah disebutkan di atas, tehnik-tehnik tersebut hanyalah dasar-dasar saja. Kita dapat memodifikasinya dengan sedemikian rupa dengan berbagai variasi. Dan hasilnya pun akan lebih menarik dan beragam. Bagaimana? Tertarik Mencoba?

Sumber:

www.tigercolor.com
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya