Hal-Hal Penting Tentang Furniture dan Wallpaper pada Desain Victorian

    377

    Untuk gaya pada furniture-nya, para desainer pada masa Victorian, lebih banyak mengambil gaya-gaya seperti Gothic, Rococo atau Neoclassic. Dan kemudian memodifikasinya menjadi gaya Victorian itu sendiri. Selain furniture, Wallpaper adalah elemen dekorasi yang sangat diperhatikan pada gaya interior Victorian.

    Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas asal-mula dan akar kemunculan gaya Victorian. Pada artikel tersebut juga dibahas bahwa Victorian style kemudian lebih cenderung dipandang sebagai gaya dekorasi dan desain interior hunian. Pada artikel kali ini kita akan melihat lebih detail aplikasi dari gaya Victorian pada elemen-elemen interior serta ornamen-ornamen dekorasi yang mendukungnya.

    Berbicara mengenai desain interior, mau tidak mau, kita akan bersinggungan dengan furniture sebagai salah satu elemen pendukung yang utama. Di dalam gaya Victorian, sebenarnya tidak ada gaya furniture yang dapat dikatakan khas ataupun spesifik mengarah pada gaya Victorian. Seperti sudah dibahas sebelumnya, Victorian style memiliki karakter yang bersifat ekletik atau cair, sehingga gaya ini lebih banyak mengkombinasikan dan kemudian memodifikasi gaya-gaya lama untuk selanjutnya direpresentasikan sebagai gaya pada masanya.

    Begitu pula dengan gaya pada furniture-nya. Para desainer pada masa Victorian, lebih banyak mengambil gaya-gaya seperti Gothic, Rococo atau Neoclassic untuk kemudian memodifikasinya menjadi gaya Victorian itu sendiri. Selain furniture, Wallpaper adalah elemen dekorasi yang sangat diperhatikan pada gaya interior Victorian.
    salah satu bentuk produk furniture victorian kontemporer
    furniture-kontemporer-victorian2
    Wallpaper menjadi sangat penting pada masa Victorian ini karena nuansa gaya dekoratif sedang menjadi trend yang berkembang pada masa itu. Suatu ruangan harus merepresentasikan si empunya hunian. Sementara itu teknologi yang berkembang memang mendukung produksi massal dari wallpaper. Variasi motif dan jenis yang ditawarkan sangatlah beragam, sehingga membuat masyarakat pada waktu itu dapat dengan mudah mendekorasi huniannya sesuai dengan keinginan mereka. Biaya dan waktu yang dibutuhkan pun lebih sedikit daripada menggunakan tehnik Faux Painting.
    Meskipun demikian, jika dibandingkan dengan masa sekarang ini, memang motif-motif wallpaper yang ditawarkan pada masa itu sangatlah terbatas. Umumnya wallpaper pada masa Victorian lebih banyak menampilkan kombinasi antarra motif floral dengan warna primer dan latar belakang warna-warna pastel, seperti warna cream, tan, beige dan lain sebagainya.
    Desain furniture dan Wallpaper Victorian klasik
    Desain Wallpaper Victorian klasik
    Wallpaper ini pun sebenarnya bukan penemuan murni dari masa Victorian, tetapi justru telah digunakan pada periode Gothic. Pada waktu itu, muncul semacam gerakan yang berfokus pada aktivitas paper craft – kerajinan kertas. Kertas-kertas tersebut biasanya diwarnai dengan warna-warna beige, atau warna tanah, kemudian dikombinasikan dengan stilasi atau penggayaan dari bentuk-bentuk daun dan tetumbuhan. Nantinya bentuk-bentuk stilasi ini dikenal dengan motif floral.

    Meskipun Wallpaper menjadi primadona pada masa Victorian, tetapi tidak sedikit pula yang memilih mengecat dinding mereka secara tradisional. Seperti halnya ruangan yang harus memiliki fungsi spesifik, cat yang dipakai untuk ruangan pun harus dipilih berdasarkan fungsi ruangan tersebut. Misalnya lorong masuk atau lorong penyambung antar ruangan harus dicat dengan warna abu-abu yang sedikit pucat.
    Desain dekorasi furniture dan wallpaper Victorian kontemporer
    Desain dekorasi interior Victorian kontemporer
    Hal ini dimaksudkan agar warna lorong tersebut tidak mendominasi ruangan-ruangan yang memiliki fungsi utama. Agar tampil lebih menarik, banyak yang mengolah dinding-dinding pada lorong tersebut dengan tehnik Faux Painting, entah itu dengan menggunakan tehnik Marbleizing atau tehnik Grained. Ada pula yang memang membiarkan dinding pada lorong tersebut dengan plesteran polos saja, maksudnya adalah untuk meniru tekstur batu alami.
    Untuk ruangan-ruangan utama, pemilihan warnanya tentunya tidak sembarangan. Para desainer Victorian menerapkan teori warna yang berdasarkan Color Wheel. Teori yang paling sering digunakan dalam hal ini adalah “Harmony By Analogy”. Teori ini mengharuskan kita menggunakan warna yang saling berdampingan sesuai dengan Color Wheel. Selain itu ada pula yang menyarankan untuk menggunakan teori “Harmony By Contrast”. Teori ini menekankan kita untuk memilih warna-warna yang saling bertentangan antara satu dengan yang lainnya pada Color Wheel.
    Meskipun demikian, teori-teori ini bukanlah aturan kaku atau syarat mutlak yang diharuskan dalam gaya desain interior Victorian. Ada pula yang memilih kombinasi warna yang memang benar-benar berdasarkan selera atau cita rasa belaka. Di samping dinding, bagian plafon adalah bagian yang seringkali menjadi favorit untuk dihias. Biasanya warna pada bagian plafon tampak lebih muda dan cerah dibandingkan dengan warna yang sudah diaplikasikan pada dinding. Selain warna dari cat, plafon pun sering dihias dengan ornamentasi-ornamentasi khusus yang indah.
    Selain warna cat pada dinding, gaya Victorian juga banyak menekankan pada komposisi obyek dekorasi tiga dimensi pada dinding. Contohnya ada pada penggunaan dinding Tripartite yang menggunakan kombinasi antara Dado atau Winscoting dengan Fieze dan Cornice. Umumnya kombinasi ini menampilkan Dado atau Winscoting pada bagian bawah dinding dan Frieze dan Cornice pada bagian atas dinding.
    Sementara itu dinding bagian tengah dibiarkan polos atau kosong, agar si pemilik hunian memiliki ruang yang cukup jika ingin memajang lukisan, foto atau elemen dekorasi lainnya sebagai ornamen dekoratif pendukung ruangan. Kombinasi obyek dekorasi pada dinding ini memang dipandang sebagai salah satu ciri dari gaya Victorian, namun demikian, tanpa kita sadari, hampir mayoritas hunian pada masa sekarang ini pun menggunakan kombinasi semacam ini.

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here