Jenis Kertas Cat Air dan Karakteristiknya

Kertas sebagai medium untuk lukisan cat air memiliki beragam jenis dan kualitas. Sebagai pelukis yang menggunakan cat air, hal tersebut sangat penting untuk diperhatikan karena akan menentukan hasil dari lukisan yang dibuat. Maka dari itu, sangat penting bagi pelukis untuk mengetahui jenis dan kualitas kertas yang dipakai.

Cat air memiliki karakter yang khas dibanding jenis cat lukis lainnya. Seperti yang sudah kami bahas di artikel sebelumnya (Jenis-jenis Cat lukis dan karakteristiknya), cat air memiliki kekhasan yaitu jejek-jejak air pada lukisan dan warna yang cenderung transparan. Bagi sebagian pelukis, tehnik cat air adalah tehnik yang paling sulit. Kesulitan tersebut karena dalam prosesnya, pelukis diharuskan mengetahui jenis dan kualitas kertas yang dipakai agar hasil lukisannya bagus.

Memilih kertas cat air yang tepat

Untuk memilih kertas cat air yang harus diperhatikan adalah jenis permukaannya, berat kertas, bahan kertas dan cara pembuatannya.
Jenis permukaan kertas
Permukaan pada kertas cat air dibagi menjadi tiga jenis, yang pertama adalah Hot Preseed Waterclour Paper. Kertas jenis ini adalah yang paling halus diantara yang lain. Bagi kamu yang ingin membuat lukisan cat air dengan detail halus, kertas ini sangat cocok untuk kamu gunakan. Kertas jenis ini juga sering duganak oleh designer-designer untuk keperluan industri, karena lukisan yang telah jadi, mudah untuk direproduksi dan didigitalisai.
Lalu jenis yang kedua adalah Cold Preseed Waterclour Paper. Kertasi jenis ini juga dikenal dengan sebutan kertas NOT, singkatan dari ‘not hot pressed‘. Kertasi ini memiliki permukaan yang sedikit kasar dan bertekstur. Kertas jenis ini cocok digunakan untuk berbagai tehnik cat air (Wet-In-Wet, Wet-on-dry, Underpainting dll). Maka dari itu, jenis kertas ini sangat populer bagi pelukis yang menggunakan cat air.
Jenis yang ke tiga adalah Rough Waterclour Paper. Sesuai dengan namanya, jenis kertas ini adalah jenis kertas cat air yang memiliki permukaan yang paling kasar. Kertas jenis ini cocok untuk membuat lukisan landcape karena akan memperkuat tekstur alam dalam lukisan. Permukaan kertas yang bergeleombang membuat pigmen dari cat air mengendap sehingga dapat menciptakan sapuan atau brush stroke yang kasar. Kertas ini sangat cocok untuk karakter lukisan ekspresionis.

Berat kertas, bahan kertas dan cara pembuatannya
Berat kertas biasanya diukur dalam pound (lbs) atau gram per meter persegi (gsm). Kertas yang ringan akan lebih murah harganya tetapi membutuhkan bebrapa proses sebelum digunakan untuk melukis cat air. Biasanya kertas cat air dengan berat di bawah 200lb/425gsm digolongkan sebagai ketas ynag ringan sehingga perlu diproses terlebih dahulu. Kertas dengan berat diatas 200lb/425gsm akan memiliki ketahanan yang kuat. Ia dapat menampuk banyak air dan tahan dengan sapuan-sapuan kasar ketika melukis.
Bahan dasar kertas cat air juga sangat penting untuk diketahui agar menghasilkan lukisan cat air yang bagus. Pada umumnya, kertas cat air dibuat dengan bahan dasar yaitu katun atau bubur kayu. Secara kualitas, kertas cat air berbahan 100% katun dianggap yang terbaik. Kualitas lukisan yang dibuat di atas bahan tersebut akan memperpanjang umur lukisan karena lebih stabil dalam penyerapan warna. Untuk kertas dengan bahan bubur kayu biasanya disarankan untuk pemula yang sedang mempelajari tehnik lukis cat air.

Kertas cat air yang beredar di pasaran biasanya dibuat secara pabrikan sehingga memiliki tekstur yang seragam antar lembar kertas. Kertas yang dibuat dengan mesin secara masal dianggap menghilankan karakter dari pelukis karena tekstur permukaan kertas yang seragam. Sehingga, jejak-jejak air, sapuan kuas pada lukisan yang seharusnya menjadi khas pelukisnya akan hilang. Pelukisn profesional biasanya memilih kertas cat air yang hand made karena tekstur kertas acak. Bahkan beberapa pelukis membuat kertas sendiri agar karakter lukisannya tetap terjaga.
Pabrikan
Hand made
Mengetahi dan memilih material dalam berkarya lukis memang sangat penting. Tak jarang juga material menentukan hasil. Namun yang terpenting dalam berkarya adalah konsistensi. Selamat berkarya.
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya