Melukis bukanlah hanya sekedar persoalan tentang menggambar, mewarnai atau mencoret-coret di atas kanvas atau kertas kosong saja. Melukis bisa melampaui hal-hal tersebut. Ia bisa menjadi suatu bentuk komunikasi yang unik antara kita sebagai pelukis dengan kuas, cat, kanvas dan kertas sebagai media lukisnya.

Agar dapat berkomunikasi dengan baik, tentu saja kita harus mengenal terlebih dahulu siapa lawan bicara kita. Begitu pun di dalam melukis, agar dapat menghasilkan suatu lukisan yang baik, kita pun harus mengenal terlebih dahulu media-media lukis yang akan kita gunakan. Salah satu media lukis paling penting yang harus diketahui adalah cat.
Selain tehnik gambar dan lukis yang dikuasai oleh pelukis, media cat inilah yang kelak akan memberikan karakter pada suatu lukisan. Oleh karena itu, pengetahuan dan wawasan terhadap media cat ini mutlak dikuasai oleh seorang pelukis. Bahkan, tehnik menguasai media cat ini dianggap sama pentingnya seperti menguasai tehnik gambar atau melukis itu sendiri.
Sepanjang sejarah seni lukis di dunia, media cat yang digunakan oleh para pelukis-pelukis sangatlah beragam. Seiring berjalannya waktu, media cat lukis pun mengalami perubahan dan perkembangan, mulai dari cat yang berasal dari pigmen warna alami hingga cat akrilik yang memiliki warna-warna brilian yang tak terhitung banyak dan jenisnya.

 

Di hari ini, seiring pesatnya pertumbuhan industri dan teknologi, kita akan menemui puluhan hingga bahkan ratusan merk cat lukis. Mulai dari yang diperuntukkan bagi pemula hingga profesional. Meskipun demikian, pada dasarnya, media cat lukis hanya terdiri dari dua jenis saja, yaitu cat yang berbasis air dan cat yang berbasis minyak. Dari dua jenis itu kemudian dikembangkan dan lahirlah tiga media cat lukis yang umum digunakan dalam dunia seni lukis modern, yaitu; cat air, cat minyak dan cat akrilik.

Cat Airjenis cat lukis watercolor

Cat air adalah media cat lukis yang paling tua dibandingkan dengan media cat lukis lainnya. Selain statusnya yang paling tua, medium cat air ini pun dianggap sebagai medium cat lukis yang paling sulit untuk dikuasai. Namun jika sekali kita merasa nyaman dengan medium ini, maka sulit rasanya untuk berpindah ke media yang lainnya.
Media cat air memiliki kekhasan tersendiri jika dibandingkan dengan media lukis lainnya. Jejak-jejak air yang dianggap sulit untuk ditaklukan dan warnanya yang transparan merupakan ciri khas dan karakter dari medium ini.
Cat yang biasa digunakan untuk media cat air ini umumnya tersedia dalam tiga jenis bentuk; pasta, serbuk padat dan cair. Semua jenis tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Umumnya pada tingkat mahir, pelukis dengan medium cat air ini akan memilih jenis cat airnya sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan yang diberikan ketika proses melukis dan hasil akhir yang diharapkan.
Melukis dengan medium cat air pada dasarnya bisa dilakukan di berbagai medium gambar, seperti kanvas dan kertas. Namun khusus untuk cat air, tidak semua jenis kanvas dan kertas dapat digunakan. Artinya, hanya jenis kanvas dan kertas tertentu saja yang akan memberikan hasil yang maksimal pada lukisan cat air yang kita buat.
Selain itu, untuk melukis dengan cat air, dibutuhkan juga kuas khusus, lagi-lagi tentunya agar lukisan cat air yang dihasilkan dapat maksimal. Berbeda dengan dua medium lainnya, cat air adalah media yang sangat halus. Oleh karena itu, kuas yang digunakan pun harus yang memiliki tekstur yang halus. Umumnya, cat air cenderung cocok dengan kuas bulu sintetis yang memiliki tingkat kehalusan yang tinggi.

 

Di samping alat-alat yang harus khusus, medium cat air pun memiliki tehnik khusus yang tidak dapat diaplikasikan pada medium-medium lainnya. Beberapa diantaranya adalah tehnik wet on wet dan wet on dry. Untuk lebih mendalam tentang medium cat air ini, kita akan bahas pada artikel khusus.

Cat Minyakjenis cat lukis oil

Medium cat minyak memang tidak setua medium cat air, namun melalui medium inilah seni rupa dan seni lukis mulai didefinisikan. Melalui medium ini pula dunia mengenal seni modern atau yang kerap disebut sebagai Modern Art. Dari karakter dan tehnik, cat minyak sangatlah berbeda dengan cat air. Selain memiliki basis yang berbeda – cat minyak berbasis minyak, pencampur dan pengencer pada cat minyak ini pun jelas sangat berbeda dengan cat air yang cukup hanya mempergunakan air biasa saja.
Berbeda dengan cat air yang dipandang “sulit untuk ditaklukan” cat minyak justru memiliki karakter yang sebaliknya, namun bukan berarti cat minyak mudah untuk dikuasai. Cat minyak dapat dikatakan lebih fleksible, ia mengikuti gaya, cara dan karakter penggunanya. Ia bisa sangat ekspresif, realis dan nyata bahkan bisa sangat halus dan lembut seperti cat air. Melalui medium cat minyak inilah lahir banyak genre lukisan mulai dari Impressionisme, Ekspresionisme, Abstrak Ekspressionisme, Realisme, Kubisme hingga Low Brow yang berkembang dalam beberapa dekade belakangan ini.
Dari bentuknya, umumnya cat minyak dikenal hanya berbentuk pasta saja. Di pasaran sendiri, kualitas dari cat minyak bisa dibedakan dari merk dan harga yang ditawarkan. Tetapi bukan berarti dengan cat yang bermerk dan berharga mahal, kita dapat otomatis menghasilkan lukisan yang bagus. Tetap saja hal itu akan bergantung pada tehnik dan visi kita dalam melukis.
Salah satu kelebihan dari media cat minyak ini adalah dapat dilakukan pada media gambar manapun, baik itu kanvas dengan kerapatan apapun, kertas dengan jenis apapun, kain bekas, tembok, logam, hingga kayu, yang memang menjadi media lukis pertama di zaman Renaissance dulu. Selain itu, cat minyak ini adalah media yang paling tahan lama dibanding media lukis lainnya. Hal ini tentu saja terbukti dari lukisan-lukisan para maestro seni lukis yang sudah berumur lebih dari ratusan tahun, tetapi tetap menampilkan warna dan kecerahan yang sangat prima meskipun sudah dimakan waktu.
Kuas yang dapat digunakan oleh media cat minyak ini pun tidak memiliki kriteria apapun, meskipun rata-rata pelukis menggunakan kuas bertekstur kasar untuk media ini. Namun demikian, bukan berarti kuas berbahan sintetis tidak dapat digunakan pada media ini. Kuas sintetis tidak disarankan karena akan cepat rusak jika digunakan untuk media cat minyak. Bahkan media cat minyak ini bisa dilakukan tanpa menggunakan kuas sama sekali, persis seperti apa yang dilakukan oleh Affandi.
Karakter warna dari jenis cat lukis ini adalah tebal dan solid. Oleh karena itu, tehnik yang digunakan untuk media ini pun sangat berbeda dengan yang digunakan pada media cat air. Pada media cat minyak inilah lahir tehnik-tehnik lukisan seperti underpainting, Chiaroscuro dan juga lahirnya istilah brush stroke dari sebuah lukisan.
Dari sekian banyak kelebihan dan keunggulan dari cat minyak, hanya satu yang bisa dikatakan sebagai kelemahannya. Dari sisi pengerjaannya,media cat minyak ini membutuhkan waktu yang paling lama dibandingkan media-media lainnya. Hal ini dikarenakan cat minyak yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengeringan secara keseluruhan.

Cat Akrillikjenis cat lukis akrilik

Di antara dua jenis cat lukis lainnya, medium cat akrilik adalah yang paling termuda. Bisa dikatakan bahwa medium ini adalah perpaduan dan penyempurnaan dari dua medium yang lebih tua; cat air dan cat minyak. Medium Cat Akrilik ini menggunakan air sebagai pengencernya, persis seperti cat air, namun di sisi lain, pada kualitas cat di tingkat yang tinggi, cat akrilik memiliki karakter ketebalan dan warna seperti cat minyak.
Dengan perpaduan tersebut, seorang pelukis dapat menghasilkan sebuah lukisan dengan karakter seperti cat minyak tetapi dengan proses pengerjaan dan pengeringan yang cepat. Dari sisi ongkos produksi pun, dapat dikatakan media cat akrilik ini lebih ekonomis dibandingkan cat minyak.
Seperti halnya cat minyak, melukis dengan medium cat akrilik dapat dilakukan di berbagai medium gambar, mulai dari kanvas, kain, kertas, bahkan hingga dinding kongkrit atau semen. Kuas yang digunakan pun bisa menggunakan kuas bertekstur halus atau kasar, meskipun banyak pelukis memilih kuas bertekstur kasar untuk menghasilkan goresan kuas yang jelas dan tebal.
Dengan karakternya yang fleksible, ekonomis namun berkualitas, cat akrilik hari ini menjadi pilihan utama para perupa, terutama mereka yang berkonsentrasi khusus di medium seni lukis. Meskipun demikian, bukan berarti cat akrilik ini tidak memiliki kelemahan. Proses pengeringannya yang sangat cepat, “terkadang” menjadi kelemahan dari cat akrilik ini. Dengan karakternya tersebut, alhasil para pelukis harus bekerja cepat jika bekerja dengan medium ini.
Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa kecemerlangan warna pada cat akrilik ini belum mampu menyamai warna pada cat minyak. Meskipun demikian, untuk hal ini, dikembalikan lagi pada pelukis atau perupa yang memilih untuk menggunakannya.
Pada medium cat akrilik ini, teknik-teknik lukisan yang digunakan hampir mirip dengan yang ada pada medium cat minyak. Untuk daya tahannya, memang belum teruji selama ratusan tahun, seperti halnya yang sudah terlihat pada lukisan dengan medium cat minyak. Tetapi hal ini pun karena umur cat akrilik belum sampai pada umur ratusan tahun…
Cat akrilik umumnya berbetuk pasta, namun berbagai terobosan masih terus dilakukan untuk menyempurnakan medium ini. Salah satu terobosan baru dari cat akrilik ini adalah liquid acrilic. Bentuk ini adalah bentuk cat akrilik yang sangat cari, menyerupai cat air yang berbentuk cairan. Untuk lebih jelas tentang medium cat akrilik ini, kita akan membahasnya dalam artikel yang lebih khusus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here