Arsitektur Rustik: Sembarangan, Artistik dan Unik

contoh interior gaya rustic

Rustic, banyak yang beranggapan bahwa gaya dan tehnik Rustic itu satu.Tehnik Rustic sendiri sebenarnya masuk ke dalam gaya Shabby Chic maskulin.

Ada dua hal tentang Rustic, yang pertama adalah sebagai tehnik finishing furnitur dan yang kedua adalah sebagai gaya arsitektur. Dalam bidang arsitektur gaya ini menekankan agar bangunan dan furnitur terlihat menyatu dengan alam. Bangunan-bangunan bergaya ini di negara asalnya, biasanya merupakan villa keluarga, pondok untuk berburu, peternakan kuda atau penginapan untuk wisatawan. Bahan yang digunakan biasanya kayu balok, ranting, batu dan logam.
Bahan-bahan tersebut menjadi bahan dasar bangunan beserta furnitur di dalamnya.Great Camps yang dibuat oleh kelompok Wealthy Americans di Adirondack Mountains of New York. Istilah ini sendiri diambil dari gaya arsitektur National Park Service. Banyak perusahaan, seniman, desainer dan pengrajin membuat furnitur bergaya kasar ini dalam berbagai gaya dengan ragam pengaruh mulai dari yang bersifat historis maupun kontemporer.
Furnitur dan arsitektur Rustic seringkali dianggap sebagai furnitur yang asal-asalan. Pengolahan bahan yang seadanya membuat gaya ini dipandang sebagai gaya yang tidak menonjolkan keterampilan pembuatnya. Namun pada saat itu furnitur bergaya ini justru dijual lebih mahal ketimbang furnitur modern yang diolah dengan baik.
Pengolahan bahan pada gaya ini sangatlah kasar. seringkali kayu yang dipakai adalah kayu yang benar-benar mentah bahkan ada yang berpendapat bahwa semakin mentah bahannya semakin baik furnitur yang dihasilkan.
Menonjolkan bentuk dan warna alam tanpa harus menutup-nutupinya. foto oleh: JustinBaeder
Ada dua jenis tipe konstruksi furnitur Rustic, yaitu Bentwood (batang atau dahan pohon diambil yang masih muda, kemudian di panaskan lalu dibentuk ke berbagai struktur bentuk dan dekorasi). Sementara yang kedua adalah Twig Work (dahan atau batang yang lurus atau bercabang disusun dan dirangkai menjadi satu bentuk struktur yang dekoratif). Terkadang kedua jenis teknik ini digunakan untuk satu produk. Beberapa produk furnitur dengan gaya ini dirangkai dengan sistem kunci (mortice dan tenon), sementara yang lainnya dirangkai dengan menggunakan paku dan sekrup.
mortice and tenon wood lock system
Sistem kunci Mortice dan Tenon yang umum digunakan pada produk furnitur Rustic Sumber: https://www.bobvila.com/articles/2138-how-to-make-a-mortise-and-tenon-joint/
Gaya ini memiliki beragam gaya dekoratif seperti tekhnik Chip Carving, Silver or Gold Brushwork, Milk Paint, Peeled Bark dan banyak lagi. Ragam dekoratif tersebut dianggap mencerminkan kepribadian pembuatnya. Secara garis besar gaya ini memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
milk paint application on rustic furniture
Aplikasi Milk Paint pada furnitur Rustic sumber: www.google.com
1. Konstruksinya memakai bahan-bahan mentah seperti kayu glondongan atau kayu yang tidak diolah dengan mulus, misalnya; ranting, batu dan logam dan tidak jarang pula menggunakan bahan-bahan daur ulang.
2. Detail yang tidak terlalu diperhatikan dan bersifat asimetris namun tetap indah dan kokoh.
3. Mengedepankan karakteristik alam.
4. Bangunan bergaya Rustic biasanya terletak di pinggiran hutan agar terkesan menyatu dengan alam.
adidan rock chair, arsitektur rustic
Salah satu karya yang menjadi ikon Rustic adalah Adirondack Chair yang berada di Great Camps dan nantinya akan menjadi model dari berbagai furniture bergaya Modern Rustic.

Sumber:

“Adirondack Experience, The Museum on Blue Mountain Lake”. Adirondack Experience. Retrieved October 11, 2017.
“Rustic Furniture and Garden Shelter”.
“Rustic Furniture: The Clarence O. Nichols Collection”.www.wikipedia.org
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya

Senja Di Keraton Ratu Boko

Kota Yogyakarta selalu membuat rindu para pelancong yang pernah mengunjungi kota ini, termasuk Saya. Bagaimana tidak, kota ini dibaluti dengan seni, tradisi serta sejarah yang

Read More »