Lima Proses Cetak Foto Alternatif Yang Perlu Kamu Coba 2

    1297

    Tehnik cetak foto alternatif tidak begitu saja mudah untuk dikuasai, butuh kesabaran, ketekunan dan yang pasti passion yang besar terhadap fotografi itu sendiri.

    Mencetak foto bukanlah sekedar memperbanyak hasil negatif saja, ia juga bisa menjadi suatu proses berkarya dan berkesenian yang sarat dengan emosi dan ekspresi.
    Setelah pada sebelumnya kita mengurai proses cetak foto alternatif Salt Printing dan Photogram, selanjutnya kita akan membongkar tehnik foto lain yang juga menarik dan penuh tantangan.

    Cyanotype

    salah satu hasil cetak foto dengan tehnik Cyanotype
    Hasil cetakan Cyanotype karya Akseli Gallen Kallela, seorang pelukis legendaris dari Finlandia
    Cyanotope pertama kali dikenalkan oleh Sir John Herschel di sekitar tahun 1842. Tehnik cetak foto ini termasuk tehnik yang cukup ekonomis, karena bahan-bahan dan prosesnya lebih mudah didapat dan dilakukan dibandingkan dengan tehnik-tehnik cetak alternatif lainnya. Oleh karena itu, hingga sekarang masih banyak fotografer yang melakukan tehnik ini.
    Penyempurnaan memang sempat dilakukan oleh Mike Ware. Ia melabeli pengembangan tehniknya sebagai New Cyanotype Process. Hasilnya, tehnik yang dikembangkan oleh Mike Ware memilliki waktu penyinaran yang lebih singkat dan hasil fotonya pun tampak lebih tebal serta realistis. Namun konsekuensinya, tehnik baru tersebut menjadi lebih rumit untuk dilakukan dan melibatkan lebih banyak bahan kimia.

    Hasil cetakan Cyanotype yang didominasi warna biru, pada dasarnya mudah untuk dikembangkan dan dimodifikasi, apalagi di zaman sekarang ini. Dengan mengganti bahan-bahan yang lebih murah dan mudah didapat, bukan tidak mungkin kita bisa menghasilkan cetakan foto khas Cyanotype.

    Bahan-Bahan yang dibutuhkan:

    a. 25 gram Besi Ammonium Citrate – Ferric Ammonium Citrate (berwarna hijau).
    b. 10 gram Potassium Ferrisianida – Potassium ferricyanide.
    c. Air yang sudah disuling (Bisa menggunakan air mineral yang banyak dijual di pasaran).
    d. Kertas bebas asam (bisa dicari di toko-toko art supply, dan lebih baik jika mengandung 100% katun, sehingga kertas akan tahan ketika melalui proses developing).
    e. Negatif foto (negatif untuk proses ini bisa dibuat dengan mencetak foto digital setelah di-invert di photoshop atau aplikasi lainnya menjadi negatif di kertas OHP atau kertas Kalkir).
    f.  Papan dan kaca seukuran foto yang akan dicetak. (alat ini akan digunakan pada saat proses penyinaran – exposing).
    g. Baki atau nampan, yang bisa menampung air dan dengan ukuran sebesar foto yang akan dicetak.
    i. Kuas.
    j. Lampu Halogen (opsional)
    k. Wadah kosong, bisa mangkuk plastik atau sejenisnya.
    l. Photo Emulsion, bisa didapatkan di toko-toko penyedia alat-alat sablon.
    Untuk Ferric Ammonium Citrate dan Potassium Ferrisianida dapat diganti dengan Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate dan pigmen warna biru (bisa dari cat akrilik, cat air berpigmen tinggi atau serbuk Gouache, semuanya bisa dengan mudah didapatkan di toko-toko penyedia alat seni).
    kertas yang cocok digunakan pada proses cetak foto alternatif
    Beberapa gambar kertas yang dapat digunakan dalam proses cetak foto alternatif.
    Tahap Pertama, siapkan baki/nampan dengan berisi air sulingan, kemudian rendam kertas hingga ujung-ujungnya terpilin. Angkat kertas, jemur hingga kering.
    Tahap Kedua, Buat larutan dengan mencampurkan Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate dalam bentuk cair dengan Photo Emulsion yang berfungsi sebagai fixer dan Pigmen warna biru. Buat larutan di dalam wadah kosong. Khusus untuk warna, Tiap-tiap warna memiliki waktu penyinaran – exposing yang berbeda-beda dan dipengaruhi juga dengan sumber cahaya.
    Tahap Ketiga, Sapukan larutan tadi dengan kuas secara perlahan dan merata di atas kertas yang sudah kering. Lakukan di dalam ruang gelap atau dengan cahaya temaram. Setelah itu, biarkan hingga kering.

    Tahap Keempat, Letakkan kertas yang sudah kering ke atas papan, dengan posisi permukaan kertas yang sudah dilapisi menghadap ke atas. Letakkan negatif foto di atas kertas tersebut. Eratkan kertas dan negatif foto dengan kaca. Lakukan perlahan hingga keduanya rapat tanpa ada lipatan-lipatan yang tidak perlu.
    Tahap Kelima, Sinari kertas dengan benda-benda tadi dengan sumber cahaya, bisa cahaya matahari atau lampu Halogen dengan konsistensi cahaya yang terjaga. Waktu penyinaran berbeda-beda untuk tiap-tiap warna, misalnya pigmen biru dengan sumber cahaya lampu Halogen, membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 menit. Warna merah atau magenta dengan cahaya lampu Halogen bisa memakan waktu sekitar 9 menit.
    Tahap Keenam, Pisahkan kertas dari benda-benda yang lainnya, cuci di baki atau nampan, hingga gambar dari komposisi benda-benda tadi muncul, lakukan terus hingga air buangan menjadi jernih. Di awal-awal pencucian, air akan berwarna kuning karena membuang sisa-sisa Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate yang tidak terpapar cahaya.
    Proses ini harus dilakukan secara hati-hati dan disarankan untuk menggunakan sarung tangan sebagai pelindung. Usahakan agar larutan Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate tidak terpapar pada mata atau kulit. Dan jangan mencuci foto di wastafel untuk piring dan gelas. Jika proses pencucian – developing berhasil, gambar foto yang berwarna putih akan muncul perlahan dari permukaan kertas yang berwarna hijau atau biru.

    Temperaprints

    proses cetak foto alternatif dengan tehnik temperaprints
    Proses cetak foto alternatif dengan tehnik Temperaprints.
    Tehnik ini adalah tehnik yang cukup unik, karena ia merupakan tehnik baru sekaligus merupakan pengembangan dari tehnik-tehnik cetak foto tradisional. Keunikan dari tehnik ini adalah karena menggunakan bahan baku telur yang sangat mudah didapatkan di mana-mana.
    Telur akan berfungsi sebagai fixer atau bahan perekatnya. Dengan bahan baku telur, tentu saja biaya yang dibutuhkan untuk tehnik ini sangatlah murah. Karena sangat ekonomis, tehnik ini pun membuka peluang untuk terus dikembangkan dan dimodifikasi, bahkan kita pun bisa menggabungkan berbagai tehnik lain untuk menghasilkan cetakan foto yang menarik sekaligus mengejutkan.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan:

    a. Air yang sudah disuling (Bisa menggunakan air mineral yang banyak dijual di pasaran).
    b. Dua butir telur ayam untuk satu kali cetakan foto.
    c. Materi/Larutan Sensitif Cahaya – Photo Sensitive Solution, kita bisa menggunakan Potassium Bichromate yang banyak tersedia di toko-toko penyedia alat-alat sablon atau Ammonium Bichromate yang bisa didapatkan di toko-toko kimia. Namun disarankan dan lebih mudah untuk menggunakan Potassium Bichromate karena sudah dalam bentuk cairan.
    d. Pigmen warna, bisa berbentuk cat akrilik, cat air dengan pigmen yang tinggi atau Gouache dalam bentuk serbuk, semuanya bisa didapatkan di toko-toko art supply.
    e. Kertas bebas asam (bisa dicari di toko-toko art supply, dan lebih baik jika mengandung 100% katun, sehingga kertas akan tahan ketika melalui proses pencucian – developing).
    f. Baki atau nampan, yang bisa menampung air dan dengan ukuran sebesar foto yang akan dicetak.
    g. Lampu Halogen (opsional).
    h. Wadah kosong, bisa mangkuk plastik atau sejenisnya.
    i. Papan dan kaca seukuran foto yang akan dicetak. (alat ini akan digunakan pada saat proses penyinaran – exposing).
    j. Kuas
    k. Negatif foto (negatif untuk proses ini bisa dibuat dengan mencetak foto digital setelah di-invert di photoshop atau aplikasi lainnya menjadi negatif di kertas OHP atau kertas roti).
    cat air untuk proses cetak foto alternatif
    Cat air merek Winsor and Newton umumnya cocok untuk digunakan dalam proses cetak foto alternatif.
    Tahap Pertama, siapkan baki/nampan dengan berisi air sulingan, kemudian rendam kertas hingga ujung-ujungnya terpilin. Angkat kertas dan jemur hingga kering.
    Tahap Kedua, Campurkan kedua telur di dalam satu wadah kosong dan kocok hingga merata tanpa menyisakan gumpalan-gumpalan padat. Jika masih tersisa lakukan penyaringan pada adonan telur tersebut. Adonan ini nantinya akan menjadi unsur fixer atau perekat pigmen warna pada kertas.
    Tahap Ketiga, Campurkan Potassium Bichromate atau Ammonium Bichromate dalam bentuk cair ke dalam adonan telur tadi.
    Tahap Keempat, Campurkan pigmen warna (pilih salah satu warna atau campuran warna sesuai dengan keinginan ke dalam larutan campuran telur dan larutan photo sentisizer (Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate). Pilihan warna juga akan mempengaruhi lamanya waktu penyinaran – exposing).

    Tahap Kelima, Sapukan larutan tadi dengan kuas secara perlahan dan merata di atas kertas yang sudah kering. Lakukan di dalam ruang gelap atau dengan cahaya temaram. Setelah itu, biarkan hingga kering.
    Tahap Keenam, Letakkan kertas yang sudah kering ke atas papan, dengan posisi permukaan kertas yang sudah dilapisi larutan untuk menghadap ke atas. Letakkan negatif foto di atas kertas tersebut. Eratkan kertas dan negatif foto dengan kaca. Lakukan perlahan hingga keduanya rapat tanpa ada lipatan-lipatan yang tidak perlu.
    Tahap Ketujuh, Sinari kertas dengan benda-benda tadi dengan sumber cahaya, bisa cahaya matahari atau lampu Halogen dengan konsistensi cahaya yang terjaga. Waktu penyinaran berbeda-beda untuk tiap-tiap warna, misalnya pigmen biru dengan sumber cahaya lampu Halogen, membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 5 menit. Warna merah atau magenta dengan cahaya lampu Halogen bisa memakan waktu sekitar 9 menit.
    Tahap Kedelapan, Pisahkan kertas dari benda-benda yang lainnya, cuci di baki atau nampan, hingga gambar dari komposisi benda-benda tadi muncul, lakukan terus hingga air buangan menjadi jernih. Di awal-awal pencucian, air akan berwarna kuning karena membuang sisa-sisa Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate yang tidak terpapar cahaya.

    Proses ini harus dilakukan secara hati-hati dan disarankan menggunakan sarung tangan sebagai pelindung. Usahakan agar larutan Potassium Bichromate/Ammonium Bichromate tidak terpapar pada mata atau kulit. Dan jangan mencuci foto di wastafel untuk piring dan gelas.
    Tehnik ini bisa dilakukan secara layering, atau berlapis-lapis dengan intensitas pigmen warna yang berbeda-beda. Hasilnya pun akan sangat kontras dan menarik, namun harus mempersiapkan negatif foto lebih dari satu.

    Selanjutnya…

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here