Ini Dia Film-film yang Menampilkan Tokoh-tokoh Muslim Inspiratif

    1196

    Tokoh Muslim

    Film tentang Islam atau tokoh-tokoh muslim bukanlah ditujukan untuk orang muslim saja. Tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia betapa indahnya Islam itu.

    [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=CORecb55uaQ”]
    Ada satu perdebatan tentang Islam di dalam film. Ada yang berpendapat bahwa Islam tidak membutuhkan film. Karena umat muslim tersebar hampir di seluruh dunia. Tanpa film pun, seluruh dunia pun tahu tentang Islam.
    Sementara pihak lainnya berpendapat berbeda. Mereka mengungkapkan bahwa film tentang Islam atau tokoh-tokohnya bukanlah ditujukan untuk orang muslim saja. Tetapi juga untuk menunjukkan kepada dunia betapa indahnya Islam itu.

    Terlepas dari perdebatan tersebut, dan juga situasi-kondisi hari ini yang tidak menentu. Kita memang membutuhkan film. Untuk kembali menunjukkan kepada dunia apa itu Islam. Dan berikut ini adalah film-film yang menampilkan tokoh-tokoh muslim inspiratif.
    Tokoh-tokoh dalam film ini hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak tokoh muslim inspiratif yang pernah ada. Namun kehadirannya rasanya cukup memberikan kesejukan tersendiri. Terutama untuk situasi yang terjadi hari ini.

    KINGDOM OF HEAVEN (2005)

    tokoh muslim 2
    Film ini mengambil satu set sejarah pada masa perang salib di Jerussalem. Kisahnya, berkisar pada konflik politik dan agama yang memang terjadi saat itu. Ridley Scott sebagai produser sekaligus sutradara dari film ini menampilkan koflik tersebut dengan sangat apik. Ia menampilkannya dengan sudut pandang yang netral dan toleran.
    Film ini memang menyoroti tentang Balian of Ibelin (Orlando Bloom) salah satu pejuang di pihak pasukan Nasrani. Namun secara luar biasa pun film ini tetap menampilkan Sultan Saladin (Ghassan Massoud), sebagai seorang tokoh muslim yang berpengaruh dalam sejarah Islam.
    Sultan Saladin tetap digambarkan sebagai seorang pemimpin yang cerdas dan adil, sekaligus seorang jenderal dan pejuang yang penuh cinta dan kasih sayang, termasuk kepada musuh-musuhnya.

    ALI (2001)

    Film ini merupakan biopik dari Cassius Clay. Jr atau Muhammad Ali. Film yang diproduseri dan disutradarai oleh Michael Mann ini mengambil masa sepuluh tahun dari hidup Muhammad Ali (Will Smith).
    Pada rentang waktu 1964-1974. Cukup banyak yang terjadi pada diri Cassius Clay yang kemudian menentukan hidupnya kemudian. Pada masa ini, ia berhasil merebut gelar juara tinju kelas berat dari Sonny Liston. Di waktu ini pula ia memutuskan menjadi mualaf. Dan mengganti namanya menjadi Muhammad Ali. Yang kelak menjadi tokoh muslim yang dihormati di dunia.

    Dengan kehidupan baru sebagai muslim tantangan yang baru pun harus dihadapi oleh Muhammad Ali. Termasuk juga cara pandang baru yang ia miliki. Di mana ia kemudian mulai berani mengkritik pemerintahan A.S tentang perang Vietnam dan peristiwa pembunuhan Malcolm X dan Martin Luther King. Jr.
    Film ini pun menyoroti bagaimana Ali didepak dari dunia tinju. Tentang keterpurukan hidupnya sekaligus bagaimana ia dapat bangkit kembali sebagai seorang muslim.

    MALCOLM X (1992)

    Film ini menceritakan kisah hidup Malcolm X (Denzel Washington). Seorang aktivis dan tokoh muslim yang sangat dihormati di Amerika karena pandangan dan pemikirannya tentang toleransi dan kemanusiaan.
    Spike Lee, sutradara film ini membawa penonton pada masa lalu Malcolm X yang cukup tragis. Di mana ayahnya dibunuh oleh Black Legion sementara ibunya divonis memiliki gangguan jiwa. Malcolm kemudian memutuskan untuk pindah ke Boston dan menjadi kriminal. Tak lama dari situ ia ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara.

    Di penjara itu Malcolm mendapat pencerahan tentang Islam. Akhirnya, di bawah bimbingan Elijah Muhammad (Al Freeman. Jr), Ia menjadi mualaf. Sejak itu ia mulai berjuang untuk menegakkan konsep negara Islam sekaligus ide tentang pemisahan ras antara kulit hitam dan kulit putih.
    Akan tetapi perjalanannya untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah mengubah semua pandangannya. Di sana ia melihat bahwa muslim itu datang dari berbagai dunia, melintasi ras, suku dan warna kulit.
    Sejak saat itu ia merubah pandangannya untuk konsep negara Islam yang sebelumnya ia pegang teguh. Dan untuk pendirian barunya itu ia kemudian dibunuh pada tanggal 21 Februari 1965 di kota New York.

    LION OF THE DESERT (1980)

    Pada tahun 1929, pemerintahan fasis Italia yang dipimpin Benito Mussolini (Rod Steiger) masih terlibat perang panjang. Demi memuaskan ambisinya untuk memperluas daerah jajahannya di benua Afrika. Dan salah satu yang tersulit untuk ditaklukan adalah Libya.
    Mussolini kemudian memerintahkan jendral Rodolfo Graziani (Oliver Reed) sebagai gubernur ke-enam Libya untuk menuntaskan pemberontakkan di negara itu. Dengan kekuatan militer yang lebih canggih pasukan Italia berhasil mengalahkan pasukan pemberontak yang dipimpin oleh Omar Mukhtar (Anthony Quinn). Seorang tokoh muslim, guru, pejuang dan ahli taktk perang gerilya.
    Kemenangan Italia tak lepas dari tindak-tanduk jendral Graziani yang tidak menaati peraturan perang dan kemanusiaan. Ia dengan kejam membunuh para tawanan perang, memenjarakan warga sipil dan membumihanguskan ladang-ladang pertanian.
    Sebaliknya Omar Mukhtar meskipun berada di pihak yang kalah, justru tetap menjunjung tinggi belas kasih dan kemanusiaan. Ketika salah satu prajurit Italia tertangkap. Alih-alih membunuhnya, ia justru melepaskan prajurit itu, seraya memberikan bendera Italia kepadanya.
    Di scene itu Omar berkata bahwa Islam melarang untuk membunuh tentara yang tertangkap. Dan hanya memerintahkan agar para muslim berperang untuk tanah airnya saja. Bahkan Islam sendiri mengajarkan agar para muslim untuk membenci perang.

    THE MESSAGE (1976)

    tokoh muslim 1
    Banyak kisah yang mengiringi film ini. Kontroversi dan prestasi pada masa itu datang silih berganti. Berbagai hambatan dan kritikan mengawali produksi film ini. Hingga berbagai tragedi yang mengikutinya kemudian. Termasuk meninggalnya sutradara film ini, Moustapha Akkad karena rentetan bom dari kelompok Al-Qaeda di suatu hotel, di Amman, Jordania pada tahun 2005.
    Film ini mengisahkan perjalanan Rasulullah Muhammad SAW. Sekaligus proses kelahiran Islam. Dengan tetap mengikuti aturan-aturan Islam. Film ini pun tidak menampilkan figur Rasulullah, bahkan dalam bentuk bayangannya sekalipun. Namun tetap membuat figur agung tersebut tetap hidup.
    Naskahnya diolah langsung dari kitab suci Al-Quran. Agar cerita memiliki ketepatan dan proporsi yang benar. Naskah film ini pun dipantau dan disetujui olej para ulama dan intelektual Islam di Kairo. Namun entah mengapa, setelah persetujuan keluar, mereka tiba-tiba menarik pendapat itu, dan bahkan menilai naskah itu sebagai sebuah penghinaan terhadap Islam.
    Dengan berbagai hambatan yang terjadi. Moustapha Akkad tetap memproduksi film yang didanai oleh banyak pihak di Timur Tengah tersebut. Alhasil dalam pemutarannya, beberapa negara besar seperti Saudi Arabia, Kuwait dan Mesir melarang dan menolak peredaran film itu.
    Film “The Message” sendiri dibuat dalam dua versi; versi arab dan Inggris. Versi kedua-lah yang paling banyak beredar. Namun dalam versi ini, fokus cerita ditampilkan dari sudut pandang tokoh-tokoh muslim seperti; Hamza Ibn Abd Al Muttalib (Anthony Quinn), Hind bint Uthbah (Irene Papas), Abu Sufyan (Michael Ansara) dll.
    Versi Inggris ini pun bukan hanya mengisahkan sejarah Islam saja. Tetapi juga menampilkan bagaimana jazirah Arab pada masa itu berperan sebagai pusat budaya, ekonomi dan intelektual.
    Empat puluh tahun kemudian, film yang menuai berbagai cibiran ini justru mulai diakui. Bahkan film ini pun mulai beredar luas di berbagai negara yang dahulu melarangnya. Film “The Message” hari ini banyak dijadikan referensi tentang sejarah kebudayaan Arab dan Islam itu sendiri. Persis seperti apa yang diharapkan oleh Moustapha Akkad terhadap filmnya tersebut.
    Film ini bagi Moustapha Akkad, seperti sebuah pemahaman yang menjembatani antara Islam dan barat. Dalam sebuah wawancara di tahun 1976, ia mengungkapkan bahwa, “sebagai seorang muslim yang hidup di barat, adalah suatu keharusan dan tugas bagi saya untuk menyampaikan kebenaran tentang Islam. Dan saya pikir saya harus menceritakan kisah yang kelak akan menjadi jembatan antara Islam dan barat.”

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here