Basuki Abdullah dan Warisannya pada Seni Rupa Indonesia Modern

    501

    Sebagai seorang bintang di dunia seni. Prestasi Basuki Abdullah tidak perlu diragukan. Kebintangannya bersinar di dalam negeri dan internasional.

    Sementara Basuki Abdullah sedang di tengah petualangan berkeseniannya. Kondisi di tanah air sedang mengalami pergolakan revolusi. Oleh karena itu, meskipun Ia cukup populer di tengah masyarakat Indonesia, namun cibiran terhadap dirinya juga bermunculan di kalangan tokoh-tokoh elite ketika itu. Sebagai seorang pribumi, Basuki Abdullah dianggap tidak berkontribusi dan mendukung perjuangan Indonesia.
    Basuki Abdullah pelukis Indonesia
    Basuki Abdullah pelukis Indonesia
    Dengan popularitasnya yang luar biasa pada saat itu. Ia dinilai tidak revolusioner dan lebih cenderung bersikap mengumpulkan pundi-pundi harta untuk memperkaya dirinya sendiri. Konon kabarnya, karena hal itu pula, persahabatannya dengan Sultan Hamengkubuwono IX, yang notabene seorang pejuang menjadi retak. Hal ini menjadi pukulan yang cukup telak bagi Basuki Abdullah.

     

    Dengan berbagai cibiran dan kritikan terhadap dirinya. Basuki Abdullah tetap bertahan dan malah berusaha menjawab. Ia kemudian banyak terlibat dalam aktivitas pergerakan. Dirinya bergabung dengan PUTERA – Pusat Tenaga Rakyat di tahun 1943. Di sana ia bertugas sebagai guru lukis. Di bawah binaannya, lahir dua tokoh penting; Zaini, yang kelak menjadi pelukis dan Kusnadi, kelak menjadi seorang kritikus seni. Selain itu, ia pun bergabung dengan organisasi seni budaya bentukan Jepang, Keimin Bunka Shidoso. Di sana bekerja bersama tokoh-tokoh seni lainnya, seperti: S. Sudjojono, Otto Djaja, Basuki Reksobowo dan Affandi Koesoemah.
    Pada periode ini pula, Ia melukis tokoh-tokoh perjuangan dalam tampilan yang sangat inspiratif. Selain itu, ia pun merekam berbagai peristiwa penting pada masa revolusi melalui sketsa-sketsa dan karya-karya lukisnya.
    Di masa kemerdekaan, Basuki Abdullah melanglang buana ke negeri-negeri lain. Bintangnya sama sekali tidak meredup. Bahkan semakin bersinar terang melalui prestasi-prestasinya. Antara lain; menjadi pelukis kerajaan resmj Thailand, dan yang paling mengejutkan adalah ketika ia menjuarai kompetisi lukis sebagai bentuk selebrasi atas dinobatkannya ratu Yuliana. Pada saat itu ia menyingkirkan sekitar 87 pelukis kawakan Eropa.

     

    Pada suatu waktu, Basuki Abdullah akhirnya memutuskan kembali ke tanah air. Pada momen ini, ada hal yang cukup mengejutkan. Peristiwa itu terjadi pada pameran lukisan di pasar seni ancol. Ketika itu, ia menemukan begitu banyak pelukis di sana yanh meniru gayanya bahkan ada yang mereproduksi karya-karya lukisnya. Entah apa yang dirasakannya ketika itu. Namun yang pasti, pengaruhnya pada dunia seni rupa Indonesia mulai tampak dan terasa.
    Basuki Abdullah pelukis Indonesia
    Di periode ini juga, Basuki Abdullah sempat menyelenggarakan pameran tunggalnya. Dan untuk itu ditetapkan tarif masuk. Hal ini merupakan hal yang baru dan pertama kali di Indonesia. Namun, bukannua menghadapi penolakan, pameran tersebut justru menuai hasil yang luar biasa. Di samping itu, ia pun menjadi pelukis pertama di Indonesia yang menetapkan tarif untuk jasa melukisnya. Sekaligus seniman pertama yang memiliki manajemen yang cukup solid ketika itu.
    Halaman

    Tinggalkan Balasan