Jenis-Jenis Lensa Kamera DSLR yang Perlu Kamu Tahu

Jika kita melihat jenis-jenis lensa kamera di online store atau di toko-toko khusus kamera, kita akan menemukan banyak sekali lensa bertebaran. Dan kemungkinan besar, untuk kamu yang baru memulai di dunia fotografi hal itu akan sangat membingungkan.

Hampir semua kamera SLR dan DSLR memberikan pilihan bagi para penggunanya untuk mengganti lensanya sesuai dengan kebutuhan foto yang diinginkan. Produksi lensa yang sangat beragam dan variatif sebenarnya sudah dimulai sejak kamera SLR mulai dipasarkan secara massal di sekitar tahun 50an akhir. Sejak itu, produksi lensa tumbuh beriringan dengan produksi kamera. Selain oleh para produsen kamera, lensa-lensa ini pun diproduksi oleh pihak-pihak ketiga, seperti misalnya brand Zeiss, Sigma dan Tamron.
Sekarang ini, jenis lensa kamera DSLR yang tersedia di pasaran sangatlah banyak dan bervariasi. Dari mulai lensa dengan harga yang sangat terjangkau, hingga yang paling mahal sekalipun. Fungsinya tentu saja sangat beragam. Tidak mesti yang paling mahal menjadi yang paling bagus. Semua tergantung kebutuhan dan kemampuan dari si fotografer itu sendiri.
jenis-jenis lensa kamera dslr
Lensa yang diproduksi oleh Zeiss sebagai Third Party Company.
Misalnya saja, kita ibaratkan sebuah lensa tele berukuran panjang focal dari 100 mm hingga 400 mm itu seperti senapan laras panjang yang biasa digunakan oleh Sniper atau penembak jitu. Sementara lensa Prime atau Fix dengan rentang focal 50 mm adalah sebuah pistol untuk menembak dari jarak dekat. Harga kedua lensa itu jelas berbeda, sama seperti harga senapan laras panjang yang berbeda dengan pistol. Mana yang lebih baik, tentu saja akan bergantung pada kebutuhan dan penggunanya.
Lensa Tamron, Alternatif lensa yang diproduksi oleh perusahaan pihak ketiga.
Senapan laras panjang akan sulit untuk digunakan dan akan kehilangan akurasinya ketika digunakan dalam pertempuran jarak dekat dengan intensitas yang cepat dan tinggi. Sebaliknya, seorang serdadu akan kesulitan untuk menggunakan pistol untuk menembak target dari jarak yang sangat jauh.
Begitu pun dengan lensa. Untuk mengeluarkan potensi terbaik dari lensa pun sebenarnya kita harus mengetahui terlebih dahulu cara-cara dasar menggunakan kamera DSLR dan berbagai triknya untuk membuat foto yang baik dan bagus. Untuk mengetahuinya, kamu bisa membacanya di artikel lain yang ada di nokenstudio.com ini.
Lensa Tele
Lensa Prime atau Fix dengan rentang focal yang pendek akan sangat sulit mengambil obyek-obyek yang berjarak cukup jauh. Sebaliknya, lensa zoom dengan rentang focal yang panjang akan kesulitan untuk mengambil obyek-obyek yang berjarak sangat dekat.
Semua alat memiliki spesifikasinya masing-masing. Dan spesifikasi itu umumnya dibuat berdasarkan riset terhadap kebutuhan-kebutuhan para calon konsumen. Oleh karena itu, untuk memilih jenis lensa kamera DSLR yang bagus, harus berdasarkan kebutuhan dan kebiasaan kita dalam memotret.   
Lensa Prime atau Fix
Jika kita melihat jenis-jenis lensa kamera di online store atau di toko-toko khusus kamera, kita akan menemukan banyak sekali lensa bertebaran. Dan kemungkinan besar, untuk kamu yang baru memulai di dunia fotografi hal itu akan sangat membingungkan. Lensa seperti apa yang harus kamu miliki.
Lensa Kit Keluaran pabrikan Nikon.
Sebenarnya jika kita baru membeli kamera dengan paket lengkap, kita akan mendapatkan body kamera plus lensa kit sebagai pelengkapnya. Tapi setelah mendalami fotografi, terkadang kita merasa lensa tersebut tidak cukup untuk melayani berbagai kebutuhan memotret kita yang terus bertambah. Di sinilah biasanya seseorang akan memutuskan untuk menambah lensa milikinya.
Lensa Kit keluaran pabrikan Canon.
Dari berbagai jenis lensa yang tersedia di pasaran, sebenarnya jenis lensa kamera DSLR hanya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu; Lensa Zoom, Lensa Prime atau Fix dan Lensa Spesifik – Special Purpose Lens. Berikut ini kita akan mengupas satu demi satu jenis-jenis lensa kamera DSLR tersebut.

Lensa Zoom

Lensa Zoom didefinisikan sebagai jenis lensa kamera DSLR dengan panjang focal yang tidak tetap. Untuk panjang focal kita akan membahasnya di artikel yang lain. Lensa Zoom memiliki batas focal terpendek dan batas focal terpanjang, misalnya 18 – 55 mm. Pada angka itu bisa dibaca bahwa jarak terpendek sekaligus sudut terluas dari lensa tersebut ada pada titik 18 mm, sementara jarak terjauh sekaligus sudut tersempit berada pada titik 55 mm.
Jenis lensa kamera ini merupakan jenis yang sekarang ini paling umum digunakan. Karena dengan lensa zoom ini, kamu seolah memiliki dua hingga tiga lensa yang menjadi satu. Untuk tipe-tipe tertentu, seperti misalnya lensa 28 – 135 mm, tipe ini kerap disebut sebagai lensa sapujagat.
Lensa Zoom
Lensa jenis ini memiliki karakter wide angle – sudut lebar pada angka 28 mm dan karakter Tele pada titik focal terjauhnya di 135 mm, dengan karakteristik sudut yang sempit dan tajam. Tipe lensa sapujagat ini pun dapat ditemui pada jenis-jenis lensa zoom yang lain.
Sebelum tahun 80an, lensa zoom sebenarnya tidak terlalu populer, apalagi pada saat itu belum ditemukan teknologi Image Stabilizer – teknologi untuk meredam getaran yang berdampak pada kualitas foto yang kita hasilkan. Dulu lensa zoom ini, termasuk jenis lensa kamera yang sulit dikendalikan. Sangat sulit untuk mendapatkan kualitas foto yang bagus ketika lensa berada pada titik focal yang maksimal.
Salah satu lensa yang kerap disebut sebagai lensa sapujagat.
Sederhananya, ketika kita menggunakan lensa zoom 28 – 135 mm, dan kita mengaturnya di titik 135 mm, maka kamera akan sangat rentan pada getaran. Termasuk getaran ketika kita menekan tombol rana. Pada kondisi ini, fokus kamera akan sulit untuk stabil. Oleh karena itu, foto yang dihasilkan pun akan rentan sekali blur. Di samping itu, lensa zoom, umumnya tidak memiliki bukaan diafragma – aperture yang besar. Sehingga, lensa ini bekerja kurang begitu baik dalam keadaan cahaya yang minim – Low Light.
Sekarang ini, lensa zoom, dibekali dengan teknologi Image Stabilizer (IS) serta bukaan diafragma yang besar. Sehingga foto yang dihasilkan pun akan tetap baik meskipun bekerja dalam keadaan Low Light. Dengan berbagai teknologi baru yang ditanamkan pada lensa zoom ini, tak heran jika harganya pun lumayan tinggi.

Lensa Prime atau Fix

Jenis lensa kamera ini adalah jenis lensa yang paling tua dalam sejarah fotografi. Lensa ini tidak memiliki rentang focal yang bervariasi seperti lensa zoom. Pada sebuah lensa Fix atau Prime Lens akan terbaca keterangan, seperti, 50 mm, 35 mm, 20 mm atau 14 mm. Itu artinya, lensa Prime atau Fix tersebut hanya memiliki satu titik focal dan tidak bisa berubah-ubah.
jenis-jenis lensa kamera dslr
Lensa Prime atau Fix keluaran Produsen Kamera Nikon.
Setiap jenis titik focal, umumnya memiliki aperture yang besar mulai dari f/1.4 hingga f/5.6. Misalnya, pada Prime Lens Canon seri EF 24 mm, lensa ini memiliki aperture terbesar sekitar f/2.8. Di titik focal yang sama, 24 mm, Canon juga memiliki lensa dengan bukaan yang lebih besar sekitar f/1.4.
Dengan begitu, dari berbagai kombinasi berbeda dari titik focal dan aperture yang dimiliki oleh Prime Lens atau lensa Fix, maka, setiap jenis lensa ini memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Ada Prime Lens yang memilki karakter Wide Angle, Macro, Tele, hingga Ultra Wide Angle.
Lensa Prime atau Fix keluaran pabrikan Canon.
Lensa Fix atau Lensa Prime juga dikenal sebagai lensa yang dapat menghasilkan kualitas foto yang bagus. Oleh karena itu, tak heran jika banyak para fotografer profesional yang lebih memilih untuk menggunakan lensa Prime dibanding lensa zoom atau jenis lainnya.

Special Purposes Lenses

Selain dua jenis lensa di atas, ada lagi jenis lensa lain yang dapat digunakan pada kamera DSLR. Lensa jenis ini adalah lensa yang didesain dengan sangat spesifik untuk kebutuhan pemotretan yang spesifik pula. Berbeda dengan dua jenis lensa sebelumnya, hasil foto dari jenis lensa yang ketiga ini sangatlah berbeda. Fish Eye Lens, dengan sudut yang sangat lebar adalah salah satu jenis dari lensa spesifik ini.
jenis-jenis lensa kamera dslr 2
Lensa Fisheye.
Jenis lain dari lensa spesifik ini adalah lensa yang dipergunakan dalam arsitektural fotografi. Lensa ini dapat menghilangkan distorsi perspektif yang biasa muncul ketika kita memotret sebuah bangunan dengan lensa Zoom atau Prime.
Sekarang ini, lensa spesifik tidak banyak digunakan lagi. Karena dengan kecanggihan software editing, seperti Photoshop ataupun Lightroom, kita bisa menghasilkan foto sesuai dengan yang dihasilkan oleh lensa-lensa spesifik.
jenis-jenis lensa kamera dslr
Lensa khusus untuk architectural Photography.
Nah, setelah mengetahui tentang berbagai jenis-jenis lensa berikut kelebihan dan kekurangannya, kamu tentunya sudah dapat memilih lensa mana yang cocok atau yang tepat untuk mendukung kegiatan memotret kamu. Lensa mana yang terbaik, tentu saja akan kembali bergantung pada kebutuhan dan karakteristik kamu dalam memotret.

Foto-foto diambil dari berbagai sumber.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel lainnya